Cinta

Posted: Jumat, 04 Desember 2009 by j13_21n90 in
0

Cinta...
apa sih itu cinta?

memang bener cinta tu ruwet, bener-bener ruwet. Kita melihat Cinta seperti halnya melihat hutan hijau yang berkabut dari kejauhan. Sungguh indah, dan terlihat sangat romantis. Tapi... tahu nggak didalam hutan berkabut yang hanya terlihat pucuknya itu. Kita mungkin tidak akan pernah menyangka dibalik indahnya hutan berkabut itu ada sesuatu yang menanti kehadiran kalian. Ada hewan buas. Ada jurang. Ada banyak deh. Nah itulah aku mendefinisikan sebuah kata yang terdiri dari 5 huruf "CINTA". Rupa cinta belum ada yang mengetahui. Hanya kita bisa merasakan saja. Memang sangat luar biasa rasanya menikmatinya. Seakan kita berada di jembatan ujung pintu surga. Damai, nyama, seneng, bangga. Namun kamu akan lupa setelah merasakan itu semua kalau dibawah jembatan ada sebuah tempat yang sangat menyedihkan, Neraka. Untuk mencapai pintu surga dengan selamat kita harus dapat berpegangan dengan tali yang mengantarkan kita ke pintu surga. Begitu juga dengan cinta. Kita sama sekali melupakan apa yang namanya dengan sakit hati, dihianati, disakiti setelah kita merasakan cinta. Padahal itu adalah kesalahan yang luar biasa. Oleh karena itu, tali kesetiaan harus dipegang dengan sangat erat. Agar kita terhindar untuk jatuh ke lembah penghianatan dan tersakiti.

Pacaran. Sangat berkaitan sekali dengan kata Cinta. Tidak ada cinta maka tidak ada pacaran. Tidak ada pacaran tidak ada pernikahan. Tidak ada pernikahan tidak ada kehidupan manusia. hehe... Sebenere pacaran tu apa sih. Selama ini aku belum tahu secara detail dan pasti apa definisi dari sebuah kata "Pacaran". Setiap orang mendefinisikan secara berbeda. Di dunia hanya 1 dibanding 10.000 orang yang mungkin mempunyai definisi yang sama tentang pacaran. Tapi yang aku pahami pacaran itu hanya lah sebutan. Sebutan kepada mereka yang mempunyai keterikatan yang sama dalam satu hati antara makhluk cantik dengan makhluk tampan. Pacaran sebenarnya hanya menandakan sebuah status. Itu punyanya itu punyaku.

Aku pernah denger dari temanku, kalau pacaran yang sebenarnya akan membawa kita ke pemikiran dewasa. Bisa benar juga bisa salah. Karena sampai sekarang ini aku belum pacaran lagi. Males kalau pacaran hanya pemuas nafsu saja. Itukan yang sedang marak sekarang. Yang selalu meresahkan orang tua bila putra putri mereka berpacaran. Pacaran sih boleh saja. Tapi tidak melampui batas kewajaran sebagai orang yang belum mukhrim. Kan sekarang lagi marak-maraknya situs-situs yang memperlihatkan adegan panas para putra putri yang kebanyakan masih duduk di bangku SMP dan SMA. Tidak ada salahnya pacaran. Pacaran akan membuat kita semangat. Pacaran akan membuat kita seakan mempunyai kekuatan lebih dari apa yang tidak bisa kita bayangkan. Tapi dibalik itu semua, bila cinta pada saat pacaran telah meninggalkan kita. Maka yang terjadi adalah penyesalan yang tak kunjung berhenti.

Aku sempat denger ada kata roda cinta yang merumitkan. Dan tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Dari sebuah orang yang kita sayangi menjadi musuh, musuh menjadi sahabat, dan sahabat akan menjadi kekasih. Itu sudah sering terjadi bila kita lebih melirik. Sungguh Ruwet.
haha...

ini yang bisa kutulis. Ini sebatas pemikiranku saja tentang cinta. Aku pengen lebih mempelajari Cinta dan pacaran lebih dalam. Aku hanya ingin mengetahui, kesalahanku terletak dimana hingga aku menjadi pusing memikirkan cinta.

Posted: Kamis, 12 November 2009 by j13_21n90 in
0

Putih dan Black Jungle King I Aitor pisau. Dalam kelangsungan hidup Pisau termasuk accesories.



White Jungle Raja I Aitor Knife
- Blade panjang: 155 mm.
- Handle Panjang: 205 mm.
- Weigth: 1000 gr.
- Ini termasuk accesories kelangsungan hidup berikut:
* Fishing kit.
* Sewing kit.
* Pisau bedah.
* External aplikasi.
* Jepit.
* Pencil.
* Compass.
* Mangesium pil.
* Pills kapsul.
* SOS simbol.
* Sinyal cermin
* Penguasa
* Lateks tabung.
* Nylon kabelnya.
* Forker tiang.
* Multitool pisau skinner.

- Stainless steel disuntikkan menangani ..
- Pisau baja X42 (46 INOX CR13).
- 85 mm ganda melihat
- Termasuk policarbonate dan serat kaca kasus kaku dengan 8m mengasah batu dan tali


Black Jungle King I Aitor pisau

- Blade panjang: 155 mm.
- Handle Panjang: 205 mm.
- Weigth: 1000 gr.
- Ini termasuk accesories kelangsungan hidup berikut:
* Fishing kit.
* Sewing kit.
* Pisau bedah.
* External aplikasi.
* Jepit.
* Pencil.
* Compass.
* Mangesium pil.
* Pills kapsul.
* SOS simbol.
* Sinyal cermin
* Penguasa
* Lateks tabung.
* Nylon kabelnya.
* Forker tiang.
* Multitool pisau skinner.

- Stainless steel disuntikkan menangani ..
- Pisau baja X42 (46 INOX CR13).
- 85 mm ganda melihat
- Black chrome blade.
- Termasuk policarbonate dan serat kaca kasus kaku dengan 8m mengasah batu dan tali.



Jungle King II kelangsungan hidup pisau dengan putih, hitam atau kamuflase pisau. Pisau Aitor ini memiliki bermacam-macam accesories.

2 - Jungle II Black Knife
- Handle Panjang: 140 mm.
- Blade length: 135 mm
- Weigth: 460 gr.
- Ini termasuk accesories kelangsungan hidup berikut:
* Fishing kit.
* Sewing kit.
* Pisau bedah.
* External aplikasi.
* Jepit.
* Pencil.
* Compass.
* Magnesium pil.
* Pills kapsul.
* SOS simbol.
* Sinyal cermin.
* Lateks tabung.
* Bercabang tiang.
* Multiool pisau skinner.

- Aluminium disuntikkan menangani warna hitam. .
- Pisau baja X42 (46 INOX CR13)
- Black chrome blade.
- 65 mm ganda melihat
- Ini termasuk polycarbonate dan fiber glass kasus kaku dengan mengasah batu dan 4m dari kabelnya.

1 - Jungle King II White Knife
- Handle Panjang: 140 mm.
- Blade length: 135 mm
- Weigth: 460 gr.
- Ini termasuk accesories kelangsungan hidup berikut:
* Fishing kit.
* Sewing kit.
* Pisau bedah.
* External aplikasi.
* Jepit.
* Pencil.
* Compass.
* Magnesium pil.
* Pills kapsul.
* SOS simbol.
* Sinyal cermin.
* Lateks tabung.
* Bercabang tiang.
* Multiool pisau skinner.

- Aluminium disuntikkan menangani warna hitam. .
- Pisau baja X42 (46 INOX CR13)
- 65 mm ganda melihat
- Ini termasuk polycarbonate dan fiber glass kasus kaku dengan mengasah batu dan 4m dari kabelnya.

3 - Jungle King II Camo Knife
- Handle Panjang: 140 mm.
- Blade length: 135 mm
- Weigth: 460 gr.
- Ini termasuk accesories kelangsungan hidup berikut:
* Fishing kit.
* Sewing kit.
* Pisau bedah.
* External aplikasi.
* Jepit.
* Pencil.
* Compass.
* Magnesium pil.
* Pills kapsul.
* SOS simbol.
* Sinyal cermin.
* Lateks tabung.
* Bercabang tiang.
* Multiool pisau skinner.

- Aluminium disuntikkan menangani dalam warna kamuflase. .
- Pisau baja X42 (46 INOX CR13)
- Black chrome blade.
- 65 mm ganda melihat
- Ini termasuk polycarbonate dan fiber glass kasus kaku dengan mengasah batu dan 4m dari kabelnya.

Big Knives - Muela Knives

Posted: by j13_21n90 in
0

Muela Caña Knife - Muela 25-10 Knife
- Muela Vikingo-23 Knife - Muela PRO-80L-14Knife
- Muela 25-12 Knife - Muela 80L-15 Knife

Muela Caña and Vikingo knives

1 - Muela Caña Knife
- Kliring pisau besar
- Handle dari nilon
- Panjang gagang: 130 mm.
- Panjang pisau: 360 mm.
- Weigth: 340grs.

2 - Muela Vikingo-23 Knife

- Bilah 440c baja
- Menangani dari emas dan imitasi abs rusa
- Panjang gagang: 135mm.
- Panjang pisau: 230 mm.
- Weigth: 520grs.


3 - Muela 25-12 Knife
- Blade of stainless steel 440.
- Menangani karet dan hitam zamak
- Panjang gagang: 100 mm.
- Panjang pisau: 120 mm.
- Weigth: 190grs.

4 - Muela 25-10 Knife

- Blade baja 440.
- Menangani karet dan hitam zamak
- Panjang gagang: 100 mm.
- Panjang pisau: 100 mm.
- Weigth: 125grs.


5 - Muela PRO-80L-14 Knife

- Thrower pisau dari satu potong
- Panjang pisau: 100 mm.
- Weigth: 200grs.


6 - Muela 80L-15 Knife
- Thrower knife of one piece
- Length of the handle: 125 mm.
- Length of the blade: 255mm.
- Weigth: 150grs.

Posted: Selasa, 10 November 2009 by j13_21n90 in
0

Persamaan =
Laruku & J-Rocks sama :

  1. personel 4 orang [vocal, gitaris, basis, drumer]
  2. semua personel cowok [dan kebetulan good looking semua, dengang center of interest basis & vokalis]
  3. sosok gitaris sama2 yg dianggap sosok flamboyan & deket dg cewek
    memiliki basis yang teknik permainannya hebat
  4. memiliki vokalis yg juga gitaris dan memiliki teknik falsetto dan menguasai range vokal dari rendah ke tinggi
  5. vokalis [Hyde & Iman] sama2 berawal dari gitaris dan sama2 awalnya ga PD untuk jadi vokalis, hanya karena posisi voc ga ada yg ngisi dan kemudian dg dorongan rekannya [si basis] akhirnya mau menjadi vokalis tetap.
  6. vokalis sama2 the most song maker in the group, sama2 banyak menciptakan aransemen musik & menulis lirik untuk lagu2 karya mereka
  7. vokalis sama2 mengidolakan Kurt Cobain dan sama2 gitar Fender mania
  8. gitaris sama2 cenderung bergaya rock n roll ngeblues [nemu istilah sendiri neh ^^ ]
  9. aliran musik sama2 rock n roll [esp. Japanese rock]
  10. fashion style [esp. saat manggung & photoshoot] sama2 Harajuku style
  11. sama2 band bentukan ulang dg posisi vokalis di rekrut kemudian
    vokalis merupakan frontman meskipun bukan leader
  12. basis punya fans paling banyak diikuti vokalis [or at least kedudukan sama imbang ^^ ] baru kemudian gitaris dan drummer
  13. kualitas vokal saat live ga bisa se bening kualitas di rekaman [dikarenakan faktor vokalis yg suka wira wiri kemana2 saat manggung + sambil maen gitar]


Perbedaan =

  • leader / founding father= basis
  • musiknya lebih rock n roll banget n lebih ke era2 90-an
  • soal style biar ekstrim tapi lebih sering ke arah feminin
  • vokalis&basis sering membuat fans service [esp. jaman dulu]
  • gitaris lebih slengekan [terkenal dg gaya ngerokok saat manggung]
  • gaya drummer saat main lebih kalem&lebih sering menunduk
  • lirik lagu maknanya rumit, complicated&sering susah dicerna begitu aja

J-Rocks

  • ga mengenal istilah leader [ga ada leader]
  • musiknya lebih terdengar fresh dg influense Muse, Green Day, dan lebih terasa pengaruh blues-jazz-punk nya
  • ekstrim dan lebih mengarah ke aneh-tabrak lari-funny-nekat
  • ga terlalu suka bikin fans service [lebih normal] lebih tertib
  • gaya drummer saat main lebih rame, atraktif, lebih caper & sering "menganga"
  • lirik lagu masih mudah dicerna & dipahami maksudnya


Kisah di balik pendakian everst

Posted: Jumat, 06 November 2009 by j13_21n90 in
0

Tenzing Norgay?…..apaan sih…..atau…siapa sih….
Tenzing Norgay adalah nama orang, mungkin buat kebanyakan dari kita akan mengatakan nama yang aneh…..dari negara mana nama tersebut berasal?…..

Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar namanya…mungkin juga belum…bagaimana kalau saya sebutkan nama Sir Edmund Hillary…ya kalau yang ini sih saya sering dengar atau pernah baca biografinya atau pernah mendapatkan kisah hidupnya dalam sebuah artikel atau sewaktu mengikuti seminar. Ya, Sir Edmund Hillary adalah orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi dunia Puncak Gunung Everest. Tetapi saat ini bukan Sir Edmund Hillary yang akan kita bahas, tetapi Tenzing Norgay.

Tenzing Norgay seorang penduduk asli Nepal yang bertugas sebagai pemandu bagi para pendaki gunung yang berniat untuk mendaki gunung Everest. Tenzing Norgay menjadi pemandu (orang nepal menyebutnya Sherpa) bagi Sir Edmund Hillary. Pada tanggal 29 Mei 1953 jam 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Sir Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi Everest pada ketinggian 29,028 kaki diatas permukaan laut dan menjadi orang pertama didunia yang kemudian menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha menaklukkan Everest mengalami kegagalan.

Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi semacam inspirator untuk mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia. Karena keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal di seluruh dunia.

Tetapi dibalik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat besar, mengapa Tenzing Norgay tidak menjadi terkenal dan mendapatkan semua yang didapatkan oleh Sir Edmund Hillary padahal ia adalah sang pemandu yang membantu dan mengantarkannya mencapai Puncuk Mount Everest? Seharusnya bisa saja ia lah orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Mount Everest bukan Sir Edmund Hillary.

Sesaat setelah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay kembali dari puncak Mount Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary, dan hanya ada satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay, berikut cuplikannya :

Reporter : Bagaimana perasaan Anda dengan keberhasilan menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia?

Tenzing Norgay : Sangat senang sekali

Reporter : Andakan seorang Sherpa (pemandu) bagi Edmund Hillary, tentunya posisi Anda berada di depan dia, bukankah seharusnya Anda yang menjadi orang pertama yang menjejakkan kaki di puncak Mount Everest?

Tenzing Norgay : Ya, benar sekali, pada saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilakan dia (Edmund Hillary) untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia….

Reporter : Mengapa Anda lakukan itu???

Tenzing Norgay : Karena itulah IMPIAN Edmund Hillary, bukan impian saya…..impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih IMPIAN nya.

Kapal Sargon

Posted: by j13_21n90 in
0

Empat Bulan Terjebak Neraka Es

Sargon adalah sepotong drama petualangan paling mendebarkan dalam dunia pelayaran. Selama empat bulan terjebak bongkahan es di perairan Arktik, Kutub Utara, mereka bertahan hidup di palka kapal, tanpa bahan bakar dan bekal, hanya tekad dan semangat hidup yang tiap hari semakin melemah.

Awal tahun 1923 adalah lembaran hitam bagi 12 awak kapal penangkap ikan bernama Sargon. Kapal berbahan bakar batu bara yang dilengkapi jala tarik (semacam pukat) itu berlayar dengan tenang dari Pelabuhan Grimsby, teritori Inggris.

Walau Januari adalah musim dingin, ini adalah kesempatan untuk menangkap ikan-ikan yang muncul ke permukaan laut.

Seperti kebanyakan nelayan pada masa itu, Sargon pun berlayar untuk mencoba peruntungan melaut di musim dingin. Tujuan mereka adalah perairan lepas pantai North Cape (Norwegia) sampai ke Perairan White Sea (wilayah Rusia).

Minggu-minggu awal pelayaran mereka, laut sudah tampak tak bersahabat. Ikan-ikan yang diharapkan pun tak jua terjaring. Tangkapan mereka sangat minim dan mengecewakan. Namun kapten kapal Sargon, John Patton, menyemangati seluruh kru kapalnya agar jangan cepat menyerah.

Walau angin dingin berhembus lambat, jala tetap dilempar. Sargon membentuk pola penangkapan dengan jaring yang sudah biasa mereka lakukan. Namun memang nasib belum berpihak. Sampai akhirnya pada minggu terakhir pelayaran, John Patton memutuskan untuk kembali ke pelabuhan, karena bahan bakar yang semakin menipis dan perbekalan yang hampir habis.

Panen Terbesar

Tepat 28 Januari 1923, saat Sargon putar haluan dari Perairan White Sea, seluruh awak kapal dikagetkan penampakan bias- keperakan di kejauhan. Setelah melakukan pengamatan teliti, mereka bersorak girang, bias keperakan itu adalah segerombolan ikan yang bersiap melakukan migrasi besar-besaran.

Masih diliputi kegembiraan, John Patton segera melakukan perhitungan. Ia mempertimbangkan persediaan bahan bakar dan kemungkinan "perburuan" ikan. Setelah yakin bahwa bahan bakar kapal masih cukup hingga ke Pelabuhan Tromso di Norwegia, Kapten John Patton menyetujui permintaan semua kru untuk mengejar gerombolan ikan-ikan gemuk itu.

Perburuan gerombolan itu berlangsung mudah. Mereka sendiri kaget dengan hasil tangkapannya, hingga palka kapal terisi penuh ikan. Ini adalah tangkapan terbanyak yang melimpah ruah seumur hidup mereka sebagai nelayan.

Hari berikutnya, kemudi kapal diarahkan ke Tromso. Kapal bergerak sangat lambat karena sarat beban. Sesuatu yang luput dari perhitungan sang kapten bahwa beban muatan yang bertambah sampai ambang kapasitas maksimal, ternyata memboroskan bahan bakar.

Terjebak Es

Dengan terseok-seok, Sargon terus dihela. Namun laut memang sulit diramalkan. Mendadak angin dingin berhembus kencang, badai salju menghalangi pandangan. Selama berjam-jam, kapal dengan susah payah menembus tirai hujan dan salju. Sampai akhirnya terhalang oleh bongkahan
es terapung.

Kewaspadaan ditingkatkan, karena dalam pelayaran di wilayah Arktik, es terapung ibarat karang menakutkan yang bisa bergeser sesuai tiupan angin. Dengan tenaga terakhir, Sargon melakukan pelayaran hati-hati, menghindari tabrakan dengan es dan harus pula menyiasati angin dan salju.

Sialnya, selama hampir dua minggu, salju dan angin terus bertiup. Menghalangi upaya terakhir Sargon kembali ke pelabuhan. Stok batu bara yang semakin menipis akhirnya habis, sementara kapten tak bisa memastikan arah pelayaran, karena cuaca yang sangat buruk.

Sargon pun terombang-ambing dipermainkan angin, salju dan gelombang laut yang mengganas. Arus air mendorong kapal yang kehabisan tenaga itu menuju arah baratlaut, keluar semakin jauh dari rute pelayaran yang semestinya. Kapal terus terseret ke perairan terdingin mendekati kutub utara yang membeku.

Dingin yang tak tertahankan membuat seluruh awak kapal memutuskan untuk menunggu hingga musim dingin berlalu, sebelum melakukan upaya penyelamatan. Keduabelas awak termasuk kapten kapal, berkumpul di palka kapal yang terlindungi.

Duduk merapat menghangatkan diri, tak ada yang bisa mereka lakukan selain menjaga agar api tetap menyala ketika dingin menyengat.

Untuk itu, mereka membakar apa saja yang bisa dibakar, termasuk jala, furnitur kapal, bahkan bagian dek kapal. Selama empat bulan mereka mengurung diri dari cengkeraman dingin yang mematikan di ruang palka kapal. Tanpa bekal kecuali tumpukan ikan hasil tangkapan yang juga sudah membeku.

Selama empat bulan, Sargon terjebak dalam laut es yang membeku, mengubur kapal mereka dalam tutupan salju.

Epik Kepahlawanan Sargon

Beberapa minggu sebelum dinyatakan hilang, Sargon dielu-elukan sebagai pahlawan. Kapal nelayan itu punya cerita lain tentang upayanya menyelamatkan kapal Ethel Nutton dari amukan badai.

Awal Januari 1923, cuaca di laut lepas Norwegia sedang mengamuk. Beberapa nyala terang suar terlihat jauh dari Pelabuhan Grimsby di Inggris, tanda sebuah permintaan tolong. Tetapi karena cuaca buruk, tak satu pun kapal yang sandar memberi reaksi. Namun Kapten John Patton dan seluruh awak Sargon mengambil satu keputusan kontroversial.

Demi kemanusiaan, Sargon menjawab panggilan itu dengan melaju dengan kekuatan penuh menuju asal suar. Ombak besar dan angin tak menghalangi mereka untuk mendekati kapal Ethel Nutton yang berguncang hebat lepas kendali di pusaran air.

Setelah melakukan perhitungan, Sargon mendekat. Melemparkan pelampung untuk menolong delapan awak kapal itu. Namun arus menelan semua pelampung tanpa sisa. Kapten John Patton menilai tak lebih dari setengah jam, Ethel Nutton pasti hancur dan tenggelam. Satu keputusan berbahaya pun diambil.

Ia mendekat dengan perhitungan matang. Menyuruh seluruh awak Ethel Nutton untuk mengikat diri dengan tali dan melemparkan ujung tali yang bebas ke dek Sargon, agar awaknya bisa menarik mereka ke Sargon. Dibutuhkan kelihaian dan keahlian yang luar biasa untuk pekerjaan penyelamatan seperti ini. Salah-salah, kedua kapal akan bertabrakan dan tenggelam.

Dalam upaya pertama, tiga awak Ethel Nutton berhasil diselamatkan. Lima kali percobaan yang sama dilakukan, sampai akhirnya seluruh awak kapal terselamatkan, hanya sekian menit sebelum Ethel Nutton hancur dan tenggelam. Dengan sisa-sisa tenaga, Sargon melepaskan diri dari arus liar. Mereka berlayar kembali menuju Pelabuhan Granton di Norwegia.

Upaya penyelamatan yang berani oleh Sargon dan awaknya mendapat pujian dan sambutan luar biasa. Namun Kapten John Patton dan seluruh awak menolak semua hadiah yang ditawarkan. Menurut mereka, penyelamatan sesama kapal adalah wajib hukumnya.

Dilepas dengan elu-elu dan pujian, Sargon berlayar kembali dari Granton ke Grimsby. Setelah mengisi ulang bahan bakar dan memuat logistik, keesokan harinya mereka berlayar. Sebulan kemudian Sargon dinyatakan hilang.

Bertahan Hidup di Lautan Es

Kapal Sargon tetap dikenang sebagai legenda oleh kaum nelayan di Eropa Utara. Kisah tentang Sargon adalah satu dari fenomena perjuangan manusia untuk bertahan hidup di lautan es. Sargon akhirnya berlabuh kembali di Grimsby (Inggris) setelah dinyatakan hilang selama empat bulan.

Di suatu pagi yang mendung pada Februari 1923, sejumlah koran lokal di Eropa Utara menulis berita tentang hilangnya sebuah kapal bernama Sargon. Diperkirakan kapal nelayan dengan 12 awak itu hilang di sekitar Perairan North Cape dan Laut Arktik, Kutub Utara.

Berita itu muncul setelah sebuah kapal nelayan dari perusahaan perikanan Standart Fishing Company pada 2 Februari 1923 melaporkan melihat Sargon berlayar pelan di Perairan North Cape, Norwegia, menuju Grimsby. Namun kapal itu tak pernah sampai di Grimsby. Itu adalah laporan terakhir Sargon terlihat di perairan, setelah satu bulan berlayar. Untuk kapal sekelas Sargon, bekal yang dibawa hanya cukup untuk bertahan selama satu bulan pelayaran.

Setelah ditunggu-tunggu dan dilakukan pencarian, Sargon tak pernah ditemukan lagi. Akhirnya pada awal April, secara resmi otoritas kelautan Inggris menyatakan kapal Sargon berikut 12 awaknya, hilang. Keluarga korban yang empat bulan lebih menanti tanpa kepastian, akhirnya pasrah. Mereka pun mengklaim asuransi dan ganti rugi.

Duka pun menyelimuti keluarga ke-12 awak kapal Sargon. Mereka melakukan seremoni dan doa perpisahan terakhir dengan orang yang mereka cintai. Semua sudah merelakan kematian awak Sargon. Padahal jauh di wilayah Laut Arktik, 12 awak Sargon sedang berjuang bertahan hidup dari neraka es yang "mengubur" mereka.
________________________________________
Bertahan Hidup

Apa yang terjadi di kapal Sargon ?
Akhir Februari, badai salju dan cuaca buruk sudah berlalu. Setelah sepuluh hari kehabisan bahan bakar dan dipermainkan "amukan" alam, Sargon terseret ke Lautan Arktik (Kutub Utara) yang tertutup es. Kapal tak bisa bergerak, karena laut sekitar sudah membeku. Ini adalah puncak musim dingin di wilayah bumi bagian utara.

Seluruh awak Sargon yang bertahan di palka tak bisa melakukan apa-apa. Mereka hanya bisa berharap agar musim dingin segera berlalu. Dengan pakaian yang tak memadai, keluar dari kapal sama saja dengan bunuh diri. Suhu di luar sana sangat dingin, sekian derajat di bawah titik beku (minus nol derajat Celsius).

Sejak kapal terombang-ambing dipermainkan ombak dan cuaca, Kapten John Patton tak lepas dari alat navigasi dan peta. Ia berusaha memastikan koordinat posisi mereka, namun usaha itu sia-sia. Sama sia-sianya dengan kerja keras mereka untuk tetap mengendalikan kapal yang sudah kehabisan bahan bakar. Setelah berhari-hari mencoba melakukan orientasi peta dan selalu gagal, sang kapten pun dengan kesal membakar semua alat navigasi dan peta.

Selama terjebak di es, mereka memang membakar semua barang yang bisa dibakar. Ini perlu untuk mempertahankan suhu kapal agar tetap hangat. Sehari saja tanpa api, mereka bisa mati beku kedinginan. Bekal pun sudah habis, dan ikanlah satu-satunya makanan mereka dari hari ke hari di dalam palka. Untuk minum, mereka mencairkan salju dan bongkahan es.

Selama berbulan-bulan mereka hanya berdiam diri di ruang palka, hampir terbunuh oleh sepi. Namun semangat hidup mereka yang tinggi tetap menyala. Vitalitas inilah yang membuat mereka tetap berjuang melawan dingin yang mematikan.

Gunung Es

Pada 1 April 1923, John Patton yang pertama kali keluar dari palka kapal Sargon. Ia naik ke dek mengamati lingkungan es sekitarnya. Musim dingin baru saja berlalu. Saat berada di dek, John menatap garis horison di barat. Matanya terpaku pada sebuah gunung es di kejauhan yang terlihat bergerak. Suara gemuruh dan gemeretak es yang pecah semakin terdengar jelas.

Beberapa saat kemudian wajahnya memancarkan ketakutan luar biasa. Gunung es itu bergerak cepat langsung ke arah kapal mereka. Lapisan es yang menutup laut mulai terbelah. Tabrakan antara sesama bongkahan es menghamburkan potongan-potongan es ke udara. Menimbulkan semacam gelombang serpihan es. Kapten John Patton sadar, bahaya maut sedang datang ke arah mereka!

Seluruh awak kapal kembali merapat di dalam palka, bersiap menyongsong maut dan pasrah pada nasib. Gemuruh pecahan es terdengar semakin nyaring. Mendekat… mendekat… dan semakin dekat. Lalu gelombang besar susul-menyusul mengguncang kapal. Seluruh awak terlempar ke luar dari palka, terhempas ke dek.

Seluruh awak berpegangan erat. Kapal bergeser kencang dan terhempas menuju laut es yang sudah mencair. Meluncur cepat di antara dua celah gunung es. Diseret gelombang kembali ke laut lepas.

Lolos dari Maut

Sadar mereka telah lolos dari maut, seluruh awak berdiri bersorak girang. Mereka saling berpelukan. Sargon lolos dari cengkraman es. Sebuah mukjizat!

Setelah empat hari terapung-apung dan terseret arus, Sargon ditemukan oleh sebuah kapal Jerman "Schlewig Holstein". Awak kapal Jerman menolong mereka dan menarik Sargon ke Pelabuhan Reykjavic di Iceland.

Beberapa saat di Reykjavic, Sargon diperbaiki. Batu bara dan perbekalan diisi ulang. Setelah mengucapkan salam perpisahan dengan rasa terima kasih yang besar, Sargon kembali berlayar ke Grimsby. Minggu kedua April 1923, setelah empat bulan di neraka es, kedatangan mereka di Inggris disambut haru !

Yui Video

Posted: by j13_21n90 in
0



Yui - It's all to much